SOSIALISASI DEMPLOT PENGGEMUKAN SAPI POTONG DI KABUPATEN GOWA
23/10/2025 - Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Selatan, melalui program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) Tahun Anggaran 2025, melakukan kegiatan sosialisasi Demplot Penggemukan Sapi Potong. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kanreapia, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan mengatasi masalah standar peternakan sapi yang dikelola oleh masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi peternakan sapi di daerah tersebut yang belum memenuhi standar veteriner yang baik, terutama terkait sistem perkandangan dan ketersediaan hijauan pakan, yang berdampak pada produksi yang belum optimal.
Sebagai solusi, program demplot ini berupaya membangun model perkandangan yang baik. Desain kandang dibuat untuk mempermudah pembuangan dan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik, baik cair maupun padat. Selain itu, upaya juga dilakukan dengan membangun kebun bibit rumput seperti indigofera, pakchong, dan odot untuk menjamin ketersediaan pakan ternak berkualitas.
Sosialisasi ini dihadiri oleh 50 peserta, yang terdiri dari petani/peternak, penyuluh, fasilitator kegiatan ICARE, hingga mitra koperasi.
Kepala BRMP Sulawesi Selatan, Ir. Yusuf, M.Si, membuka kegiatan dengan sambutan yang menegaskan fokus program. "Orientasi pada kegiatan kita ini tidak jauh dari para petani/peternak. Gagasan yang sepenuhnya didampingi oleh para ahli di bidangnya ini saya harap bisa kita laksanakan dengan baik dan bertanggung jawab, sehingga mampu menghasilkan peningkatan produktivitas, peningkatan skala usaha, serta peningkatan kemitraan," tegasnya.
Sesi penyampaian materi diawali oleh perwakilan PIU ICARE, Dr. Ir. Andi Baso Lompengeng, M.Si. Beliau menekankan pentingnya manajemen ternak yang dimulai dari kualitas kandang dan penyediaan pakan berkualitas melalui praktik silase. "Sistem memelihara ternak itu sebaiknya dimulai dari keadaan kandang yang baik. Selain daripada itu, untuk menyediakan pakan yang berkualitas, salah satu caranya adalah pembuatan silase melalui praktik yang nantinya akan kita laksanakan juga,".
Selanjutnya, Muh. Sofyan, S.P, fungsional pengawas bibit yang mewakili Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Gowa, menyampaikan materi mengenai "Pengenalan dan Klasifikasi Hijauan Pakan Ternak". Sesi ini ditutup dengan pemaparan oleh Dr. Ir. A Mujnisa, S.Pt., M.P., yang membahas "Teknologi Pengawetan Pakan Hijauan untuk Ternak Sapi" yang mencakup cara pembuatan silase, hay, dan amoniasi.
Sesi tanya jawab menjadi akhir dari kegiatan ini. Salah seorang peserta, Bapak Hamzah Patu dari kelompok tani setempat, mengungkapkan harapannya terhadap program ini. "Saya sangat berharap ke depannya, dari sosialisasi ini, bisa membantu kesejahteraan dari para petani," ujarnya. Demplot ini doharapkan menjadi percontohan bagi peternak dalam meningkatkan efisiensi dan pendapatan usaha penggemukan sapi potong.
(FZ)